Metode ilmiah merupakan
salah satu metode yang saat ini dikembangkan oleh umat manusia dalam menjawab
rasa ingin tahu yang timbul dalam diridan masalah yang dihadapinya. Ciri dari
ilmu pengetahuan yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan budaya
manusia, menyebabkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup akan mengeksplorasi
dan eksploitas lingkungan hidupnya. Upaya tersebut akan dapat menimbulkan
pengaruh terhadap komponen lingkungan antara lain manusia, hewan, tumbuhan dan
abiotik. Agar kerusakan yang ditimbulkan akibat adanya aktivitas manusia, maka
salah satu upaya yang ditempuh dalam mengeksplorasi dan eksploitas lingkungan
dapat dilakukan dengan cara ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan secara
logika dan emperis.
Berbagai penemuan ilmu dan
teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusi pada akhir-akhir ini sangat
tergantung terhadap penelitian ( riset ) dan pengembangan. Penelitian yang
dilakukan oleh manusia banyak memanfaatkan metode ilmiah yang telah diyakini
oleh banyak orang telah mampu untuk dapat menjawab masalah yang timbul dalam
dirinya. Oleh karena itu perlu dipahami dengan baik apa, bagaimana dan mengapa
metode ilmiah itu?
Pengetahuan yang diperoleh
manusia sejak zaman purba sampai saat ini banyak didapat melalui cara trail and error (metode coba-coba atau
untung-untungan). Banyak pula hasil penemuan trail and error (metode coba-coba atau untung-untungan) sangat
bermanfaat bagi manusia, sebagai contoh ditemukannya rendaman kayu/kulit kina
untuk obat malaria. Namun penemuan dengan cara trail and error (metode coba-coba atau untung-untungan) ini jelas
tidak efektif dan efesien sebagai suatu cara untuk mencari kebenaran.
Pada zaman Yunani dan
merupakan kiblatnya perkembangan pengetahuan umat manusia pada waktu itu, orang
cenderung untuk mengikuti saja ajaran dari para ahli pikir atau para penguasa.
Namun ajaran-ajaran tersebut ternyata banyak yang keliru karena ahli-ahli pikir
itu terlalu mengandalkan atas pemikiran atau akal sehat saja, dan kebenaran yang
dianut itu adalah masuk akalnya. Sebagai ilustrasi setiap hari kita melihat
matahari terbit dari Timur lalu terbenam di Barat. Akibatnya masuk akalah bila
dikatakan bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi. Contoh lain, bila kayu
bakar maka akan berubah menjadi api, udara, dan abu (tanah), sehingga menurut
akal sehat unsur dasar pembentukan kayu itu adalah tanah, api dan udara. Oleh
karena itu pengetahuan yang didapat dengan cara-cara tersebut diatas termasuk
pada pegolongan ilmu pengetahuan yang non ilmiah atau bukan ilmiah (ilmu
pengetahuan).
Pengetahuan dapat
dikatakan ilmiah bila pengetahuan itu memenuhi paling tidak empat syarat,
yaitu:
1 Obyektif, artinya pengetahuan itu sesuai
objeknya, bahwa kesesuaian atau pengetahuan itu dibuktikan dengan hasil penginderaan
atau empiris.
2 Sistematik, artinya pengetahuan ilmiah itu
disusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu dengan yang lain saling
berkaitan, saling menjelaskan sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang
utuh. Dimulai adanya masalah, lalu dirumuskan masalahnya, tujuannya,
hipotesisnya, pengumpulan datanya yang saling berkaitan.
3 Metodik, pengetahuan itu diperoleh dengan
menggunakan langkah-langkah atau cara-cara tertentu yang teratur dan
terkontrol.
4 Berlaku umum, artinya pengetahuan itu
tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja,
akan tetapi semua orang dengan langkah aksperimen yang sama akan diperoleh
hasil dan kesimpulan yang sama.
Langkah-langkah
Metode Ilmiah
Disepalati bahwa salah
satu syarat ilmu pengetahuan dapat dibuktiakan secara emperis dan logika (
nalar ) serta harus diperoleh melalui metode ilmiah. Hal tersebut
mengindikasikan bahwa cara memperoleh pengetahuan itu sangat menentukan apakah
pengetahuan itu termasuk ilmiah atau tidak. Oleh karenanya metode ilmiah harus
dapat menjamin dan menghasilkan pengetahuan yang ilmiah, yaitu yang bercirikan
obyektifitas, metodik, konsisten dan sistematik. Adapun langkah-langkah metode
ilmiah secara umum sebagai berikut :
a Menentukan masalah, atau adanya masalah.
Masalah yang diperoleh atau yang timbul akibat manusia mengadakan pengamatan
terhadap lingkungan sekitar atau rasa ingin tahu tentang sesuatu hal yang kuat
tetapi manusia tidak dapat jawaban yang memuaskan.
b Latar Belakang Masalah, menggambarkan mengapa
“permasalahan yang diajukan tersebut menarik, penting dan perlu dilakukan”.
Menunjukkan bahwa permasalahan yang diajukan/dilakukan memang belum pernah
dilakukan sebelumnya oleh orang lain dan bersifat spesifik (khas) dan asli.
c Rumusan Masalah, adakalanya masalah yang
dihadapi manusia terlalu luas dan besar. Agar mudah dalam memecahkan masalah
bahkan lebih fokus, baik dan benar, maka masalah yang luas dan besar harus
dirumuskan. Rumusan masalah biasanya diperlukan untuk menjawab apa yang menjadi
pokok masalah dan lazimnya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya (pertanyaan).
d
Tujuan, dijelaskan tujuan yang ingin dicapai dalam
kaitannya dengan kegiatan/penelitian yang dilakukan. Adanya tujuan yang jelas
akan memudahkan dan terarahnya rencana penelitian yang dilakukan.
e