Sabtu, 30 Juni 2012

METODE ILMIAH DALAM BIOLOGI



            Metode ilmiah merupakan salah satu metode yang saat ini dikembangkan oleh umat manusia dalam menjawab rasa ingin tahu yang timbul dalam diridan masalah yang dihadapinya. Ciri dari ilmu pengetahuan yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan budaya manusia, menyebabkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup akan mengeksplorasi dan eksploitas lingkungan hidupnya. Upaya tersebut akan dapat menimbulkan pengaruh terhadap komponen lingkungan antara lain manusia, hewan, tumbuhan dan abiotik. Agar kerusakan yang ditimbulkan akibat adanya aktivitas manusia, maka salah satu upaya yang ditempuh dalam mengeksplorasi dan eksploitas lingkungan dapat dilakukan dengan cara ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan secara logika dan emperis.
            Berbagai penemuan ilmu dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusi pada akhir-akhir ini sangat tergantung terhadap penelitian ( riset ) dan pengembangan. Penelitian yang dilakukan oleh manusia banyak memanfaatkan metode ilmiah yang telah diyakini oleh banyak orang telah mampu untuk dapat menjawab masalah yang timbul dalam dirinya. Oleh karena itu perlu dipahami dengan baik apa, bagaimana dan mengapa metode ilmiah itu?
            Pengetahuan yang diperoleh manusia sejak zaman purba sampai saat ini banyak didapat melalui cara trail and error (metode coba-coba atau untung-untungan). Banyak pula hasil penemuan trail and error (metode coba-coba atau untung-untungan) sangat bermanfaat bagi manusia, sebagai contoh ditemukannya rendaman kayu/kulit kina untuk obat malaria. Namun penemuan dengan cara trail and error (metode coba-coba atau untung-untungan) ini jelas tidak efektif dan efesien sebagai suatu cara untuk mencari kebenaran.
            Pada zaman Yunani dan merupakan kiblatnya perkembangan pengetahuan umat manusia pada waktu itu, orang cenderung untuk mengikuti saja ajaran dari para ahli pikir atau para penguasa. Namun ajaran-ajaran tersebut ternyata banyak yang keliru karena ahli-ahli pikir itu terlalu mengandalkan atas pemikiran atau akal sehat saja, dan kebenaran yang dianut itu adalah masuk akalnya. Sebagai ilustrasi setiap hari kita melihat matahari terbit dari Timur lalu terbenam di Barat. Akibatnya masuk akalah bila dikatakan bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi. Contoh lain, bila kayu bakar maka akan berubah menjadi api, udara, dan abu (tanah), sehingga menurut akal sehat unsur dasar pembentukan kayu itu adalah tanah, api dan udara. Oleh karena itu pengetahuan yang didapat dengan cara-cara tersebut diatas termasuk pada pegolongan ilmu pengetahuan yang non ilmiah atau bukan ilmiah (ilmu pengetahuan).
            Pengetahuan dapat dikatakan ilmiah bila pengetahuan itu memenuhi paling tidak empat syarat, yaitu:
1      Obyektif, artinya pengetahuan itu sesuai objeknya, bahwa kesesuaian atau pengetahuan itu dibuktikan dengan hasil penginderaan atau empiris.
2      Sistematik, artinya pengetahuan ilmiah itu disusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu dengan yang lain saling berkaitan, saling menjelaskan sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh. Dimulai adanya masalah, lalu dirumuskan masalahnya, tujuannya, hipotesisnya, pengumpulan datanya yang saling berkaitan.
3      Metodik, pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah atau cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol.
4      Berlaku umum, artinya pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja, akan tetapi semua orang dengan langkah aksperimen yang sama akan diperoleh hasil dan kesimpulan yang sama.
Langkah-langkah Metode Ilmiah
            Disepalati bahwa salah satu syarat ilmu pengetahuan dapat dibuktiakan secara emperis dan logika ( nalar ) serta harus diperoleh melalui metode ilmiah. Hal tersebut mengindikasikan bahwa cara memperoleh pengetahuan itu sangat menentukan apakah pengetahuan itu termasuk ilmiah atau tidak. Oleh karenanya metode ilmiah harus dapat menjamin dan menghasilkan pengetahuan yang ilmiah, yaitu yang bercirikan obyektifitas, metodik, konsisten dan sistematik. Adapun langkah-langkah metode ilmiah secara umum sebagai berikut :
a      Menentukan masalah, atau adanya masalah. Masalah yang diperoleh atau yang timbul akibat manusia mengadakan pengamatan terhadap lingkungan sekitar atau rasa ingin tahu tentang sesuatu hal yang kuat tetapi manusia tidak dapat jawaban yang memuaskan.
b      Latar Belakang Masalah, menggambarkan mengapa “permasalahan yang diajukan tersebut menarik, penting dan perlu dilakukan”. Menunjukkan bahwa permasalahan yang diajukan/dilakukan memang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh orang lain dan bersifat spesifik (khas) dan asli.
c      Rumusan Masalah, adakalanya masalah yang dihadapi manusia terlalu luas dan besar. Agar mudah dalam memecahkan masalah bahkan lebih fokus, baik dan benar, maka masalah yang luas dan besar harus dirumuskan. Rumusan masalah biasanya diperlukan untuk menjawab apa yang menjadi pokok masalah dan lazimnya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya (pertanyaan).
d      Tujuan, dijelaskan tujuan yang ingin dicapai dalam kaitannya dengan kegiatan/penelitian yang dilakukan. Adanya tujuan yang jelas akan memudahkan dan terarahnya rencana penelitian yang dilakukan.
e